Tampilkan postingan dengan label TomCat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TomCat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2012

Tomcat Serang Bocah di Polewali Mandar


Serangan serangga paederus fuscipes atau yang lebih dikenal dengan nama tomcat semakin meluas. Di Polewali mandar, Sulawesi barat, seorang bocah berumur empat tahun kulitnya luka dan melepuh setelah terkena racun tomcat saat bermain di halaman rumahnya.
Untuk mencegah serangan tomcat semakin meluas hingga menyerbu ke dalam rumah, sejumlah warga dikelurahan pekkabata menangkap dan langsung memusnahkan langsung serangga jenis kumbang yang ditemukan/ lantaran mulai menyerang pemukiman.
Andi rahayu, 4, warga kelurahan pekkabata/ kecamatan Polewali, kabupaten Polewali mandar ini mengalami luka melepuh menyerupai luka bakar dipinggang sebelah kanannya setelah terkena serangga paederus fuscipes atau yang lebih dikenal dengan nama tomcat.
Di duga rahayu diserang serangga tomcat saat bermain di halaman rumahnya, belum diketahui secara pasti penyebab masuknya serangga tomcat dipemukiman warga di kelurahan pekkabata, pasalnya serangga jenis kumbang berwarna orange dan hitam ini biasanya hanya ditemukan didaerah persawahan.
Meski jumlah serangga tomcat tidak banyak, namun warga khawatir populasi tomcat di kabupaten polewali mandar semakin berkembang.
Untuk mengantisipasi bertambahnya populasi tomcat, beberapa warga yang rumahnya diserang tomcat akan melaporkan kejadian ini ke pemerintah setempat dengan membawa sampel serangga tomcat yang masih hidup. "Rasa sakit dan pedis," ujar Andi Rahayu, sang bocah yang menjadi korban tomcat.
Maria Ulfa, ibu Andi rahayu yang kaget mendapat badan anaknya melepuh langsung memeriksa situasi rumah dan sekitarnya. Rahayu kaget seteleh mendapati sejumlah serangga tomcat dalam rumahnya, tak jauh dari parkiran motor. "Saya kaget mendapati tomcat berkeliaran di sekitar motor dan saya langsung musnahkan," ujar Maria, Senin (2/4/2012).
Bagi warga yang terkena racun tomcat, segeralah dicuci dengan sabun hingga bersih, jangan dioles dengan odol, minyak kayu putih, balsem atau minyak tawon karena hasilnya akan memperparah reaksi inflamasi pada kulit.

Tomcat Serang Warga di Depok

Serangga tomcat [google]Seranga tomcat mulai menyerang Kota Depok. Tomcat menyerang warga di Kecamatan Beji. Korban tomcat adalah Hadi Hariyanto, warga Jalan Nusantara RT 03/08, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok. Hadi mengatakan, sengatan tomcat menimpa dirinya saat tengah berada di rumah kos yang dia sewa di Jalan Palakali, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.   

“Saat saya sedang di rumah kost leher bagian belakang saya tiba-tiba panas seperti diolesi balsam. Seketika leher saya langsung merah. Saya kira hanya digigit nyamuk saja, ternyata saya keliru,” ujar Hadi, di kediamannya, Selasa (03/4).   

Akan tetapi, selang berapa waktu kemudian setelah Hadi mandi sore, leher bagian belakangnya masih terasa gatal dan panas. Dia pun langsung mengusapnya. Tapi leher belakangnya bukannya mereda malah semakin panas. Kulitnya terlihat seperti melepuh terkena luka bakar.   

Melihat kondisi itu, dia langsung pergi berobat ke salah satu klinik di dekat rumahnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Setelah pergi berobat ke klinik tersebut, dokter yang memeriksa leher belakang Hadi mendiagnosa bahwa leher belakang Hadi yang merah dan melepuh itu merupakan gigitan serangga tomcat. Dokter pun memberikan salep untuk mengeringkan luka tersebut.   

Perlahan, kondisi Hadi membaik. “Luka masih membekas di belakang leher. Belum hilang,” katanya.   

Sebelumnya, tomcat juga beraksi di Kelurahan Kukusan. Warga setempat, Suryadi, berhasil menemukan tomcat. Dia pun memasukkan tomcat ke dalam plastik. Bedanya, tomcat yang ditemukan Suryadi ini belum menggigit warga setempat lantaran sudah keburu tertangkap. (RIA)    

Ini Dia Perangkap Jitu untuk Basmi Tomcat


Ini Dia Perangkap Jitu untuk Basmi TomcatPeneliti dari Kantor Ketahanan Pangan Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, Rasmi R, SSt, MSi menemukan perangkap yang disebut Radius Snare System (RASS) atau perangkap sistem jari-jari, untuk mengendalikan perkembangbiakan serangga tomcat. "Perangkap untuk serangga tomcat dengan nama ilmiah 'Paederus littoralis' atau kumbang rove itu mudah dibuat yakni pertama siapkan sebuah piring porselin berwarna putih, lalu letakkan pada halaman rumah yang berumput," kata Rasmi di Padang, Rabu (4/4).

Ia mengatakan, piring yang sudah diletakkan tadi diisi dengan air hampir penuh, sisakan sekitar dua cm, tambahkan dua sendok minyak goreng. Atur posisi piring agar rata, kemudian ambil lidi sekitar 20 buah, lalu letakkan di atas piring berisi air tadi dengan menancapkan ujung dan pangkal lidi ke tanah.

Fungsi lidi, katanya sebagai jembatan bagi Tomcat untuk naik ke piring. Kemudian, tancapkan lidi sampai habis dengan persilangan tepat di tengah piring, sehingga membentuk jari-jari sepeda.
"Letakkan lampu tepat di atas piring dengan jarak sekitar 20 cm, lampu diberi cup kerucut dari karton atau sejenisnya, usahakan agak ceper," katanya.

Kalau malam tiba, hidupkan lampu tersebut dan matikan lampu dalam rumah. Serangga ini akan tertarik dengan cahaya lampu yang dipasang. Serangga tomcat akan merangkat naik lewat lidi yang dipasang, sampai di persilangan tengah serangga itu akan bingung mau ke mana dan akan bertabrakan dengan temannya, lalu jatuh ke air bercampur minyak sehingga mati lemas.
Untuk lebih efektif dapat membuat beberapa buah sesuai dengan keperluan dan seberapa hebatnya serangan yang terjadi akan dapat diatasi. Rasmi menjelaskan, serangga tomcat tiba-tiba mengganhgu manusia karena habitatnya terganggu atau terjadi karena ketidakseimbangan ekosistem.
Serangga ini sudah ada sejak lama, namun karena lingkungannya tidak seimbang maka muncul masalah.
Dalam pertanian serangga ini termasuk predator bagi hama padi, seperti wereng, hama putih, walang sangit dana lainnya, namun karena kekurangan makananan akan berkeliaran ke permukiman penduduk dan juga cahaya lampu akan menariknya untuk masuk rumah. "Kalau jenis serangga itu merasa terusik tomcat akan mengeluarkan racunnya yang menyebabkan kulit melepuh dan gatal serta panas," katanya. 

Puskesmas di Sampang Menjadi Sarang Tomcat


Lima pasien yang sedang menjalani rawat inap di Puskesmas Jrengik, Sampang, Jawa Timur, diserang serangga Tomcat. Mereka rata-rata mengalami luka kulit melepuh, kemerahan dan panas di anggota tubuh yang tidak tertutupi pakaian, seperti di leher dan wajah.
Sudah kami semprot beberapa sudut ruangan yang menjadi sarang Tomcat dengan insektisida serangga.
-- Kolik
Hamdani (33), keluarga pasien asal Kecamatan Jrengik mengatakan, saat menjaga saudaranya awalnya mengabaikan Tomcat itu karena tidak mengetahui efek serangannya. Namun semakin lama, bekas kulit yang dihinggapi tomcat terasa gatal dan memanas dengan warna kulit kemerahan. "Saya tidak mengira di Puskesmas jadi sarang Tomcat dan sampai menyerang pasien," katanya, Selasa (3/4/2012).
Tomcat di Puskesmas Jrengik jumlah sampai ratusan ekor. Itu diketahui dua hari yang lalu akibat musim panen padi yang sedang berlangsung di sekitar Puskesmas, sehingga berkeliaran dan mencari habitat baru. "Tiba-tiba di Puskesmas ini menjadi sarang Tomcat, terutama kalau malam hari banyak sekali," kata Syamsul, salah satu karyawan Puskesmas Jrengik.
Pihak puskemas langsung melakukan upaya pembasmian Tomcat dengan alat dan obat seadanya. "Sudah kami semprot beberapa sudut ruangan yang menjadi sarang Tomcat dengan insektisida serangga," terang Kolik, Kepala Puskesmas.
Sementara untuk penyembuhan pasien yang terkena Tomcat, pihak Puskesmas sudah memberi salep khusus. "Pasien juga sudah kita atasi dan mudah-mudahan tidak ada serangan lagi setelah kita basmi," tambah Kolik.
Meski demikian, keluarga pasien tetap berharap Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan setempat bisa melakukan pembasmian lebih serius lagi. "Kalau dibiarkan dan tidak ada penanganan secara serius, bisa memakan korban yang lebih banyak lagi di Puskesmas ini," ungkapnya.

Masuk Kota Tegal, Tomcat Serang PNS



NUSANTARA - JATENG
Selasa, 03 April 2012 , 12:40:00


WABAH penyakit kulit yang disebabkan oleh toksin dari serangga yang dikenal dengan nama Tomcat mulai masuk Kota Tegal. Sejumlah warga di Kelurahan Kraton dan Margadana, termasuk beberapa PNS menjadi korban hewan yang berwarna orange dan hitam tersebut.

Seperti dialami warga Jalan Salak Gang Sawo RT 06 RW 02 Kraton Tegal Barat, Kafandi (30). Kulit bagian leher kanan, pelipis mata dan pundak kanan pria tersebut terluka akibat toksin yang dikeluarkan Tomcat.

Diceritakannya, kejadian bermula saat dirinya sedang santai dirumahnya tanpa disadari ada serangga yang menyengat lehernya. Karena disangka nyamuk, maka dia menepak dengan telapak tangan. Setelah dilihat ternyata bukan nyamuk, melainkan serangga berwarna orange hitam yang saat ini sedang marak dibicarakan orang yakni Tomcat.

"Melihat itu saya langsung mencuci tanggan menggunakan sabun. Dengan harapan toksin yang dikeluarkan Tomcat dapat hilang," katanya saat ditemui di Klinik PNS dilingkungan Balai Kota Tegal, Senin (2/4).

Setelah disengat, lanjutnya tidak terjadi apa-apa, yang ada hanya rasa gatal saja. Namun keesokan harinya kulit dibagian leher kanan terasa sakit dan panas saat dipergunakan untuk menoleh. Setelah diperiksa ternyata timbul luka seperti terbakar.

Hari berikunya luka tersebut bertambah parah dan melebar. Bahkan hingga ke pelipis mata dan bahu kanan. "Luka akibat Tomcat ini hampir sama seperti herpes. Hanya saja ini lebih nyeri dan seperti ada nanahnya. Karena nyeri dan panasnya itu, hari ini (kemarin) saya putuskan untuk memeriksakan diri ke klinik."

Menurut Kafandi, diwilayah RT O6 dan 08 RW 02 Kraton ada beberapa orang yang terkena penyakit kulit akibat Tomcat. Padahal permukiman di dua RT itu jauh dari area persawahan. Namun kenyataannya tidak sedikit Tomcat yang masuk kerumah-rumah warga, meski jumlahnya tidak membludak.

Hal sama diungkapkan Camat Tegal Timur, Agus Arifin. Dia juga terkena penyakit kulit yang disebebkan toksin Tomcat. Hal itu bermula ketika sedang melakukan bersih-bersih didalam rumahnya di Jalan Abdul Syukur Margadana.

"Saya kena dikulit leher bagian kiri. Lukanya tidak terjadi ketika habis disengat, tetapi selang sehari berikutnya. Alhamdulillah saat ini luka sudah agak mendingan kering. Rasa panas dan nyeri juga sudah reda, tidak seperti tiga empat hari sebelumnya," ujarnya.

Disebutkan diwilayah Margadana rata-rata yang terkena para petani. Karena memang di Margadana masih banyak areal persawahan. Namun demikian mereka tidak kaget lantaran sudah terbiasa. "Sebenarnya yang menyebabkan luka adalah lendir dari Tomcat."

Sementara itu, Tenaga Medis Klinik Pemkot, Robiana AMK membenarkan adanya beberapa PNS yang terserang penyakit kulit akibat Tomcat. Untuk hari ini (kemarin) yang sudah positif terkena ada dua orang. Dan luka yang dideritanya cukup parah.

"Sebelumnya juga ada seorang PNS yang mengeluhkan gejala sama. Kami mengindetifikasi itu suspect Tomcat. Karenanya saya beri obat-obat untuk menyembuhkan luka yang dideritanya. Seperti anti biotok, anti radang dan vitamin," urai dia. (adi)